Operasi Lebih Aman dan Cepat Pulih

BALIKPAPAN- Rumah Sakit Umum dr. Kanujoso Djatiwibowo terus menunjukkan komitmen meningkatkan pelayanan dan kualitas sebagai rumah sakit terbaik. Salah satunya pengadaan alat penunjang medis canggih berteknologi tinggi bernama Laser Thulium Revolix Duo. Keberadaan alat canggih itu telah di-launching, Senin (30/9) kemarin.

Dokter Spesialis Urologi, dr. Prasetyawan mengatakan, laser buatan Jerman ini merupakan laser generasi mutakir, gunanya adalah untuk memecahkan batu yang ada di saluran kencing, kemudian bisa memotong jaringan tanpa ada pendarahan. “Alat ini sangat efisien untuk menangani pasien yang mengalami keluhan penyumbatan batu di saluran kemih maupun pada jaringan, baik itu jaringan prostat, tumor ginjal”, katanya.

“Semua pelayanan kebutuhan operasi yang memotong jaringan bisa menggunakan alat ini. Operasi apapun, mulai dari urologi, digestif, onkologi dan THT”, tambahnya.

Keuntungan dari alat ini, kata Prasetyawan, pasien diuntungkan dengan rawat yang lebih singkat. Biasanya operasi memakan waktu 4-7 hari sekaligus untuk pemuliham, dengan alat ini, hanya dalam waktu 1 sampai 2 hari saja. “Bahkan pasien yang sudah pulang operasi bisa langsung melakukan aktivitas dengan bimbingan dan arahan dari rumah sakit. Alat ini sangat berbeda dari yang lain, dimana sebelumnya ada pendarahan dan sangat dalam, dengan laser pendarahan bisa diatasi sekecil mungkin”, katanya.

”Kalau diibaratkan, gold standard untuk pemakaian alat bukan laser, platinum standard untuk penggunaan laser thulium Revolix Duo,” ungkap Prasetyawan.

Plt Direktur RSKD, drg. Agung Dwi Kuriyanto mengatakan, teknologi mutakhir telah menjadi pilihan bagi RSKD untuk menjawab kebutuhan diagnosis yang lebih mudah dan akurat. Tidak hanya untuk pasien internal, teknologi ini memungkinkan RSKD menerima rujukan dari rumah sakit maupunn klinik di Kaltim apabila pasien membutuhkan pemeriksaan menggunakan laser thulium Revolix Duo.

”Keberadaan alat canggih ini merupakan bukti komitmen RSKD dalam memberikan pelayanan kesehatan berstandar internasional,” katanya.

Ditambahkan drg. Agung, untuk penyediaan alat ini RSKD merogoh kocek sebesar Rp 4 miliar dari proses pelelangan. ”Saat ini, pasien sudah bisa menggunakannya. Tapi untuk tarif penggunaan masih tarif standar karena belum ada kerja sama dengan asuransi kesehatan,” ungkapnya.

Pada peluncuran kemarin, RSKD mengundang dua dokter ahli dari Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusomo (RSCM), Jakarta Pusat, salah satunyaa dr. Nur Rasyid.

(ara/dwa/kl).

No Comment

Comments are closed.